Jumat, 23 Maret 2012

MAKALAH KELOMPOK 1 METODELOGI PENELITIAN

CARA-CARA PENELITIAN

A.     Definisi penelitian

Ada beberapa definisi penelitian yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain :
1.      Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antar fenomena (Kerlinger, 1989: 17-18).
2.      Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro dan Supomo, 1999: 16).
3.      Penelitian pada dasarnya merupakan penelitian yang sistematis dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Indriantoro dan Supomo, 1999: 16).


B.     Persyaratan Penelitian

Tanpa adanya penelitian, pengetahuan tidak akan bertambah maju padahal pengetahuan adalah dasar semua tindakan dan usaha. Jadi penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan, harus diadakan agar mengingat pula pencapaian usaha-usaha manusia.
Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian ( Suharsimi Ariknto, 2006: 20) yaitu :
1.      Sistematis
Artinya dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks sehingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
2.      Berencana
Artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaan.
3.      Mengikuti konsep ilmiah
Artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Apabila diterapkan dalam kegiatan penelitian maka urut-urutannya adalah:
1.      Penelitian diharapkan pada suatu kebutuhan atau tantangan. Ingat John Dewey dalam reflective thinking menyebutkan the felt need.
2.      Merumuskan masalah, sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan dan alternatif cara untuk pemecahan masalah.
3.      Menetapkan hipotesis sebagai titik tolak mengadakan tindakan menentukan alternatif pemecahan yang dipilih.
4.      Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis (collection of data as evidence).
5.      Mengambil kesimpulan berdasarkan pengolahan data dan kembalikan kepada hipotesis yang sudah dirumuskan.
6.      Menentukan kemungkinan untuk mengadakan generalisasi dari kesimpulan tersebut serta implikasinya di masa yang akan datang. Menurut Prof. Drs. Sutrisno Hadi MA[1], ini disebut refleks dan bertujuan untuk menilai pemecahan-pemecahan baru dari segi kebutuhan–kebutuhan mendatang.

C.      Prosedur Penelitian

Sejak mahasiswa berada di tingkat 1 sebenarnya baik saja dilatih untuk mengadakan penelitian, mulai dengan tingkat penelitian yang paling sederhana. Dengan bimbingan Dosen, beberapa mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan penelitian. Misalnya saja mulai dari tugas mengumpulkan data (membagi dan mengumpulkan kuesioner) atau mengolah data (tabulasi dan menghitung). Pada tahap berikutnya, para mahasiswa dapat dibimbing menyusun rencana penelitian sampai dengan penyusunan laporan.
Dilihat dari kedalaman maupun luasnya penelitian, maka terdapatlah berturut-turut bentuk-bentuk laporan penelitian berupa makalah atau papper hasil pembahasan buku-buku, skripsi, thesis dan disertasi.
Setelah dibicarakan tentang persyaratan penelitian, maka berikut ini akan disampaikan prosedur atau langkah-langkah penelitian.
Sebenarnya masih dapat disebutkan langkah-langkah penelitian yang lain yang menitikberatkan pada kegiatan administrative, yaitu ;
1.      Pembuatan rancangan penelitian.
Berbagai pengertian rancangan penelitian dikemukan oleh beberapa ahli tetapi jarang yang bisa menjelaskan secara luas aspek-aspek penting di dalamnya.  Dua dari berbagai pengetian tersebut adalah sebagai berikut:
Rancangan penelitian merupakan rencana atau cetak biru (blue print) untuk pengumpulan, pengukuran, dan analisis data. 
Rancangan tersebut pilihan-pilihan: Apakah rancangan meliputi eksperimen, wawancara, observasi, analisis berkas, simulasi, atau kombinasinya; Apakah metode pengumpulan data dan situasi penelitian sangat terstruktur ?; Apakah pengkajian intensif terhadap contoh (sample) penelitian kecil relatif lebih efektif dibandingkan pengkajian yang kurang intensif tetapi untuk contoh yang besar?; Apakah analisis utamanya bersifat kuantitaif atau kualitatif Bernard S. Philip (Enory dan Cooper, 1992)
Rancangan penelitian adalah rencana (plan) dan struktur (structure) investigasi untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan penelitian. 


 
Rencana tersebut merupakan skema atau program penelitian menyeluruh yang mencakup rencana apa saja yang akan dikerjakan seorang peneliti mulai dari penyusunan hipotesis dan implikasi operasional sampai  analisis data akhir.   Struktur adalah kerangka kerja, organisasi, konfigurasi, dari hubungan berbagai variabel kajian.  Rancangan penelitian mencerminkan struktur masalah penelitian dan rencana investigasi yang digunakan untuk memperoleh fakta empiris yang berkaitan dengan masalah tersebut Kerlinger (Emory dan Cooper, 1992).
Kedua definisis tersebut berbeda dalam perinciannya tetapi keduanya memberikan esensi yang sama mengenai rancangan penelitian yang baik, yaitu

a). Rancangan adalah rencana untuk memilih sumber dan tipe  informasi yang relevan dengan pertanyan penelitian.
b).  Rancangan merupakan kerangka kerja yang  memperinci hubungan diantara variabelvariabel kajian.
c). Rancangan merupakan cetak biru yang menjelaskan semua prosedur mulai hipotesis sampai analisis data.
Rancangan penelitian tersebut dibuat untuk menjawab pertanyaan-pertanyan seperti teknik apa yang digunakan untuk mengumpulkan data? Teknik pengambilan sampel apa yang digunakan ? Bagaimana waktu dan biaya menjadi pertimbangan pemilihan teknik tersebut?

2.      Pelaksanaan penelitian.
Melakukan kegiatan penelitian itu sendiri. Jika penelitian lapangan, maka aktivitas yang dilakukan ialah mengumpulkan data lapangan. Di dalam proses pengumpulan data lapangan itu, sejumlah hal harus dijalani, seperti masalah apa saja yang harus ditanyakan kepada siapa saja (informan), dimana dan kapan serta bagaimana melakukan wawancara. Ketika wawancara itu berlangsung, dalam suasana seperti apa sehingga informasi yang diberikan dapat terandalkan kebenarannya. Bagaimana pula mencatatatnya, dan sebagainya.

3.      Pembuatan laporan penelitian.
Menganalisis terhadap informasi, dalam arti memahami makna dari sekumpulan informasi yang telah didapatkan. Kemudian menyusun laporan penelitian.

Tahap-tahap dalam proses penelitian itu teratur secara sistematis. Kita tidak boleh langsung melakukan tahap tertentu sebelum melewati tahap sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi tahap tersebut. Penelitian selalu dikendalikan oleh hipotesis-hipotesis sebagai jawaban sementara atas pertanyaan penelitian. Langkah-langkah penelitian yang diajukan dalam buku menurut Suharsimi Arikunto (2006: 21-26) yaitu :

1.      Memilih masalah
Masalah penelitian adalah segala sesuatu yang bertentangan atau berbeda antara keinginan dengan kenyataan yang dihadapai (problem is any discrepancy between an actual state of affairs and some ideal state). Dalam batasan yang sederhana, masalah bisa diartikan sebagai berikut :
a)        Sesuatu yang belum diketahui (karena sifat kebaruannya) dan menimbulkan rasa ingin tahu.
b)        Segala bentuk pertanyaan yang perlu dicari jawabannya.
c)        Segala sesuatu yang dipertanyakan.
d)       Segala bentuk hambatan, rintangan, atau kesulitan yang muncul pada sesuatu bidang yang perlu dihindari atau disingkirkan.

Besar maupun kecil, sedikit maupun banyak, setiap orang mesti memiliki masalah. Hanya bedanya, ada masalah yang seketika diatasi, tetapi ada pula yang memerlukan penelitian. Aka tetapi ada masalah penelitian yang juga tidak dapat dipecahkan melalui penelitian karena berbagai sebab, antara lain karena tidak tersedia datanya.
Memilih masalah bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah terutama bagi orang-orang yang belum banyak berpengalaman meneliti. Untuk ini diperlukan kepekaan dari calon peneliti. Apabila sudah berpengalaman meneliti, masalah-masalah ini akan timbul dalam bentuk keinginan untuk segera dilaksanakan pemenuhannya.
2.      Studi Pendahuluan
Walaupun sudah diperoleh suatu masalah untuk diteliti, sebelum mengadakan penelitian yang sesungguhnya, peneliti mengadakan suatu studi pendahuluan, yaitu menjajaki kemungkinan diteruskannya pekerjaan penelitian. Prof.Dr.Winarno Surachmad[2], menyeutkan sebagai studi eksploratori. Studi pendahuluan dimaksudkan untuk mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar masalah menjadi lebih jelas kedudukannya.
3.      Merumuskan Masalah
Apabila telah diperoleh informasi yang cukup dari studi pendahuluan atau studi eksploritas, maka masalahnya yang akan diteliti menjadi jelas. Agar penelitian dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, maka peneliti harus merumuskan masalah sehingga jelas dari mana harus mulai, kemana harus pergi dan dengan menggunakan apa.
Rumusan masalah yang merupakan pertanyaan-pertanyaan mengenai obyek empiris yang jelas batas-batasnya serta dapat diidentifikasikan faktor-faktor yang terkait di dalamnya.
4.      Merumuskan Anggapan Dasar
Anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak bagi peneliti di dalam pelaksanaan penelitian.
Jika anggapan dasar merupakan  pikiran yang memungkinkan kita mengadakan penelitian tentang permasalahan, maka hipotesis merupakan kebenaran sementara yang ditentukan oleh peneliti tetapi harus dibuktikan atau dites atau diuji kebenarannya.
4.a Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang ditentukan oleh peneliti, tetapi harus dibuktikan atau dites atau diuji kebenarannya.
Hipotesis bisa disusun bertolak pada pengalaman, pengamatan, dan dugaan atau dari hasil penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya, maupun dari teori-teori yang sudah terbentuk. Penyusunan hipotesis, diharapkan bisa memberikan arah tujuan yang tegas bagi penelitian yaitu berupa arah pemilihan informasi atau fakta-fakta yang relevan yang perlu dikumpulkan. Dengan kata lain, bisa menghindarkan dari pengumpulan data yang tak ada hubungannya dengan masalah penelitian.
5.      Memilih Pendekatan
Yang dimaksud dengan pendekatan disini adalah metode atau cara mengadakan penelitian seperti halnya eksperimen atau non eksperimen. Tetapi disamping itu juga menunjukan jenis atau tipe penelitian yang diambil, dipandang dari segi tujuan misalnya eksploratif, deskriptif atau histories. Masih ada lagi pandangan dari subjek penelitiannya, misalnya populasi atau kasus.
6.      Menentukan Variabel dan Sumber Data
Langkah ini menjawab pertanyaan yaitu apa yang akan diteliti dan darimana data diperoleh. Kedua langkah ini dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Begitu peneliti menyebutkan satu macam apa yang akan diteliti, seyogianya langsung menentukan dari mana data untuk variabel tersebut akan diperoleh.
7.      Menentukan data menyusun instrumen
Setelah peneliti mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti dan dari mana data bisa diperoleh, maka langkah yang segera diambil adalah menentukan dengan apa data akan dikumpulkan. Instrumen ini sangat tergantung dari jenis data dan dari mana diperoleh.
8.      Mengumpulkan Data
Mengumpulkan data adalah pekerjaan yang sukar, karena apabila diperoleh data yang salah, tentu saja kesimpulannya pun salah pula, dan hasil penelitiannya menjadi palsu.
9.      Analisis Data
Tugas menganalisis data tidak seberat mengumpulkan data, baik tenaga baik tenaga maupun pertanggungjawaban. Akan tetapi menganalisis data pertumbuhan ketekunan dan pengertian terhadap jenis data, jenis data akan menuntut teknik analisis data.
10.  Menarik Kesimpulan
Langkah ini sebenarnya sudah merupakan langkah terakhir dari kegiatan penelitian. Pekerjaan meneliti telah selesai, dan peneliti tinggal mengambil konklusi dari hasil pengolahan data dicocokan dengan hipotesis yang telah dirumuskan. Sesuaikan data yang dikumpulkan dengan hipotesis atau dugaan peneliti sebelumnya.
11.  Menyusun Laporan
Kegiatan penelitian menuntut agar hasilnya disusun, ditulis serta prosedurnya pun diketahui orang lain pula sehingga dapat mengecek kebenaran pekerjaan penelitian tersebut.
Tahap-tahap dalam Proses Penelitian


D.    Bagaimana penelitian dilakukan?

Secara garis besar peneliti dapat melakukan penelitian dari yang bersifat pasif hanya meneliti objek yang ada disuatu kancah sampai dengan jenis penelitian yang menuntut peneliti untuk melakukan sesuatu   ( Suharsimi Arikunto, 2010 : 2-9)  
Dari tinjauan ini ada 3 cara penelitian yang dilakukan, yaitu :
1.      Description reasearch ( penelitian Deskriptif)
12

 
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian.
Penelitian deskriptif bukan hanya satu jenis kegiatan saja tetapi sekurang-kurangnya ada lima jenis, yaitu :
a)      Penelitian Deskriptif Murni atau Survei
penelitian ini merupakan penelitian yang benar-benar hanya memaparkan apa yang terdapat dalam sebuah kancah, lapangan, atau wilayah tertentu. Data yang terkumpul diklasifikasikan atau dikelompokan menurut jenis, sifat atau kondisinya. Sesudah datanya lengkap kemudian dibuat kesimpulan.
Contoh :
Penelitian tentang keadaan sebuah desa nelayan. Oleh peneliti dipaparkan luas daerah, keadaan geografis, banyaknya keluarga, banyaknya penduduk, kebiasaan mencari ikan, alat-alat yang digunakan, hasil rata-rata setiap hari, kehidupan keluarga dan sebagainya. Semua data dipaparkan secara lugas apa adanya, selanjutnya disusun laporan penelitiannya.
b)      Penelitian Kolerasi atau Penelitian Hubungan
penelitian kolerasi adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa melakukan perubahan, tambahan atau manipulasi terhadap data yang memang sudah ada. Untuk lebih rincinya, ada dua jenis penelitian kolerasi, yaitu kolerasi sejajar dan kolerasi sebab-akibat.
Contoh :
Penelitian bermaksud untuk mengetahui apakah ada hubungan (kolerasi) antara usia dengan kesehatan penduduk. Dalam penelitian ini, peneliti hanya mengumpulkan data tentang usia dan kesehatan penduduk. Dari data kedua variabel tersebut, peneliti menggunakan rumus tertentu, dan dari hasil perhitungan ini dapat diketahui tingkat keeratan hubungan antara kedua hal tersebut.
c)      Penelitian komparasi
Dalam penelitian ini peneliti bermaksud mengadakan perbandingan kondisi yang ada di dua tempat, apakah kedua kondisi tersebut sama, atau ada pebedaan, dan kalau ada perbedaan, kondisi di tempat mana yang lebih baik. 
Contoh:
Penduduk perempuan dipandang sebagai kelompok A dan penduduk laki-laki dipandang sebagai kelompok B. Dalam perumpamaan ini, peneliti membandingkan penghasilan kelompok A dengan kelompok B. Pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan penghasilan antara kelompok A dengan kelompok B? dan  jika ada perbedaan, penghasilan kelompok manakah yang lebih tinggi?
d)     Penelitian Penelusuran (Tracer Study)
dalam penelitian ini, peneliti bermaksud untuk mengetajui hal-hal yang terjadi di masa lalu dan apa akibat masa lalu tersebut pada masa kini. Dengan kata lain, sebetulnya peneliti ingin tahu tentang keefektifan kinerja masa lalu dan dampaknya untuk masa sekarang.
Contoh :
Sebuah lembaga pendidikan yang melakukan tindakan terhadap peserta didik pada masa tertentu, kemudian ingin mengetahui apakah tindakan yang diberikan pada masa itu bermanfaat bagi lulusan yang sudah menempati tempat bekerja di masyarakat.
2.      Operation Research (Action research)
Dalam penelitian tindikan ini, peneliti melakukan sesuatu tindakan, eksperimen, yang secara khusus diamati secara terus menerus, dilihat plus minusnya, kemudian diadakan pengubahan terkontrol sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tepat.
Contoh :
Seorang guru ingin memperbaiki cara mengajar sesuatu topik. Ia menuliskan hasil penelitiannya sambil terus mencoba lagi dengan cara lain. Apabila cara yang dicobanya membawa hasil yang lebih baik, guru tersebut merasa puas. Tahun berikutnya ia mungkin memantapkan cara tersebut, tetapi mungkin juga mencoba cara lain lagi menurut pikirannya akan memberikan hasil yang lebih baik.
3.       Eksperimen
14

 
Dengan cara ini peneliti sengaja membangkitkan timbulnya sesuatu kejadian atau keadaan, kemudian diteliti bagaimana akibatnya. Dengan kata lain, ekperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. Eksperimen selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat suatu perlakuan.
Contoh :
Seorang guru ingin memperbaiki cara mengajar. Maka faktor-faktor lain seperti materi, lingkungan, buku, dan sebagainya tidak diubah, tetapi tetap seperti sediakala, dan hanya metode dan cara mengajarlah yang di ubah. Dalam hal ini guru dengan sengaja mengajar dengan metode tertentu secara sempurna dalam satu periode tertentu, kemudian setelah selesai hasilnya dinilai.


E.    Jenis-jenis penelitian

1.      Penelitian menurut tujuan:
a)      Penelitian murni merupakan penelitian yang dilakukan atau diarahkan sekedar untuk memahami masalah organisasi secara mendalam dan hasil penelitian tersebut untuk pengembangan ilmu administrsi atau manajemen.
b)      Penelitian terapan mereupakan penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.

2.      Penelitian menurut metode:
1.       Penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sample yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variable.
Contoh:
Penelitian untuk mengungkapkan kecenderungan masyarakat dalam memilih pemimpin nasional dan daerah, kualitas SDM masyarakat Indonesia.
2.      
15

 
Penelitian Ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui factor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya kejadian tersebut.
Contoh:
Penelitian untuk mengungkapakn sebab-sebab terjadinya kebakaran gedung di suatu lembaga pemerintah, penelitian untuk mengungkapakan sebab-sebab terjadinya kerusuhan di suatu daerah.
3.       Penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Tredapat empat bentuk metode eksperimen yaitu pre experimental, true experimental, factorial, dan quai experimental.
Contoh:
Penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja, penelitian pengaruh mobil berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas.
4.       Penelitian naturalistic sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah.
Contoh:
Penelitian untuk mengungkapakn makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu, penelitian untuk menemukan factor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi.
5.       Policy research (penelitian kebijaksanaan) adalah suatu proses penelitian yang dilakukaan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah social yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak dalam menyelesaikan masalah.
Contoh: Penelitian untuk membuat undang-undang atau peraturan tertentu, penelitian untuk pengembangan struktur organisasi.
6.       Action research aadalah penelitian yang bertujuan untu mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat.
Contoh:
Penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pelayanan masyarakat, penelitian mencari metode mengajar yang baik.
7.       Penelitian evaluasi adalah penelitian yang berfungsi untuk menjelaska fenomena suatu kejadian, kegiatan dan product. Contoh: Penelitian proses pelaksanaan suatu peraturan atau kebijakan, penelitian keluarga berencana.
8.       Penelitian sejarah adalah penelitian yang berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu.Contoh: Penelitian untuk mengetahui kapan berdirinya kota tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan hari ulang tahun, penelitian untuk mengetahui perkembangan peradaban kelompok masyarakat tertentu.

3.      Penelitian menurut tingkat explanasinya
a)      Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variable atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. Contoh: penelitian yang berusaha menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia, bagaimanakah etos kerja dan prestasi kerja para karyawan di departemen x.
b)      Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.  Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu, adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan SMU.
c)      Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih.
Contoh:  adakah hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan tamu, adakah pengaruh insentif terhadap prestasi kerja pegawai.

4.      Penelitian menurut jenis data dan analisis.
a)      Penelitian kualitatif adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data, kalimat, skema, dan gambar)
b)      Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan Penelitian kualitatif dan kuantitatif

 
 



F.     Macam-macam Data Penelitian

Ada beberapa macam data penelitian, diantaranya :
1.     Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat sketsa dan gambar.
2.     Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data yang diangkakan.
3.     Data diskrit (data nominal) adalah data yang hanya dapat digolong-golongkan secara trepisah, secara diskrit atau kategori.
4.     Data kontinum adalah data yang bervariasi menurut tingkatan dan diperoleh dari hasil pengukuran.
5.     Ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat
6.     Interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak mempunyai nilai 0 (nol) mutlak.
7.     Rasio adalah data yang jaraknya sama.
8.     Variable adalah atribut seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.


G.   Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.      Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan apa yang ingin dicapai oleh peneliti dalam melakukan penelitiannya. Dari beberapa pengertian penelitian yang telah diungkapkan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian tersebut mempunyai beberapa tujuan di antaranya:
a)      Meningkatkan atau mengembangkan pengetahuan.
b)      Menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
c)      Memverifikasi fenomena yang terjadi dengan suatu teori yang telah ada.
d)     Melakukan pengujian terhadap suatu fenomena untuk menemukan suatu teori yang baru.

2.      Manfaat penelitian ( W. Gulo, 2005: 21-22), yaitu :
a)      Manfaat Teoritis
Penelitian yang bertitik tolak dari meragukan suatu teori tertentu disebut penelitian verifikatif. Keraguan terhadap suatu teori muncul jika teori yang bersangkutan tidak bisa lagi menjelaskan peristiwa-peristiwa aktual yang dihadapi. Pengujian terhadap teori tersebut dilakukan melalui penelitian empiris, dan hasilnya bisa menolak atau mengukuhkan atau merevisi teori yang bersangkutan.
Demikianlah teori berkembang terus melalui penelitian, dan dengan demikian ilmu pengetahuan berkembang terus tanpa batas. Itulah sebabnya penelitian ditempatkan sebagai darma kedua pada tridarma perguruan tinggi sebagai lembaga yang mengelola ilmu pengetahuan.
b)      Manfaat Praktis
Pada sisi lain, penelitian bermanfaat pula untuk memecahkan masalah-masalah praktis. Mengubah lahan kering menjadi lahan yang subur, mengubah cara kerja supaya menjadi efisien dan mengubah kurikulum supaya lebih berdaya guna bagi pembangunan sumber daya manusia merupakan contoh-contoh permasalahan yang dapat dibantu pemecahannya melalui penelitian ilmiah. Hampir semua lembaga yang ada di masyarakat, baik lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta, menyadari manfaat ini dengan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai bagian  integral dalam organisasi mereka.




[2] Prof.Dr.M.Sc.Ed.Winarno Surachmad: Dasar dan Teknik Research, Penerbit Tarsito, Bandung, 1972, Halaman 97.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar