Selasa, 27 Maret 2012

MEMILIH MASALAH (kel. 2)


A.    Pengertian memilih masalah
Memilih masalah terdiri dari dua kata, memilih dan masalah. Memilih berasal dari kata dasar pilih, yang mengandung arti, tidak sembarangan, menentukan, mengambil mana mana yang baik, mencari cari atau mengasing asingkan mana yang baik. (Kamus Bahasa Indonesia)
Sedangkan  masalah  adalah  “sesuatu yang mengganjal yang bila kita pecahkan akan memberi manfaat yang lebih baik”   (Prof.H.E.T.Ruseffendi.1994.  12)
Sedangkan menurut Prof. Dr. Sugiyono (Stonner.1982. 52)   masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan.
Hal senada disampakan oleh W.Gulo (2005.39) “suatu peristiwa bisa disebut sebagai masalah jika terdapat kesenjangan antara apa yang ada dan apa yang seharusnya. Antara kenyataan yang ada dan apa yang diharapkan”
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, memilih masalah dalam konteks penelitian adalah menentukan hal-hal yang diduga menyimpang dari keharusan untuk diteliti supaya memberi manfaat.
B.     Sumber masalah
          Telah diuraikan di atas bahwa, yang namanya masalah adalah adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Namun dari manakah kita memperoleh dan mengetahi adanya  permasalahan?   Berikut uraiannya.
 “Masalah biasanya kita peroleh dari teori, seperti teori belajar mengajar, intelegensi, kurikulum, evaluasi, dan lain-lain. Selain dari teori, masalah juga dapat kita peroleh dari lapangan atau pengalaman sendiri.” (Prof.H.E.T.Ruseffendi.1994 .13)
Menurut Prof. Dr.sugiyino. (2009. 52)   masalah masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat beberapa hal yaitu:
1.      Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan.
Di dunia ini yang tetap hanya perubahan, namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang orang tertentu, karena akan menimbulkan masalah. Orang yang biasanya menjadi pimpinan pada bidang pemerintahan harus berubah kebidang pendidikan. Hal ini pada awalnya tentu akan muncul masalah. Orang atau kelompok yang biasanya mengelola pendidikan dengan sistem sentralisasi, lalu berubah menjadi desentralisasi, atau dengan manajemen berbasis sekolah (MBS) maka akan muncul masalah.Orang bniasanya menulis menggunakan mesin ketik manual harus ganti  dengan computer, maka akan muncul masalah. Apakah masalahnya sehingga perlu ada perubahan. Apakah masalahnya dengan sisten sentralisasi, sehingga perlu berubah menjadi sistem desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, apakah masalahnya sehingga kebijakan pendidikan selalu berubah, ganti menteri ganti kebijakan? Apakah masalahnya setelah terjadi perubahan?
2.      Terdapat penyimpangan antara apa yang telah di rencanakan dengan kenyataan
Suatu rencana yang telah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut, maka tentu ada masalah. Mungkin masih ingat bahwa pada era orde baru direncanakan pada tahun 2000 bangsa Indonesia akan tinggal landas tetapi ternyata tidak, sehingga muncul masalah. Dengan adanya reformasi diharapkan harga-harga akan turun, ternyata tidak, sehingga timbul masalah. Direncanakan dengan adanya penataran pengawasan melekat, maka akan terjadi penurunan dalam jumlah KKN, tetapi ternyata tidak, sehingga timbul masalah. dengan kebijakan MBS, kualitas pendidikan akan meningkat, tetapi ternyata belum terlihat. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan  tidak menghasilkan kenyataan. Jadi untuk menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan.
3.      Ada pengaduan
Dalam suatu organisasi sekolah yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka timbul masalah dalam organisasi itu. Pikiran pembaca yang dimuat dalam koran atau majalah yang mengadukan kualitas produk atau pelayanan suatu lambaga pendidikan, dapat dipandang sebagai masalah, karena diadukan lewat media sehingga banyak orang yang menjadi tahu akan kualitas produk dan kualitas pelayanan yang diberikan. Dengan demikian orang tidak akan  membeli lagi  atau tidak menggunakan jasa lembaga itu lagi. Demonstrasi yang dilakukan olek sekelompok orang terhadap suatu sekolah atau perguruan tinggi juga dapat menimbulkan masalah. Dengan demikian masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan.
4.      Ada kompetisi
Adanya saingan atau kompetisi sering dapat menimbulkan masalah besar, bila tidak dapat memanfaatkan untuj kerja sama. Perusahaan Pos dan Giro merasa mempunyai masalah setelah ada biro jasa lain yang menerima titipan surat, titipan barang, ada hand phone yang digunsksn untuk SMS, internet, e-mail. Perusahaan Kereta Api memandang angkutan umum jalan raya dengan Bus sebagai pesaing, sehungga menimbulkan masalah. Tetepi mungkin PT. Telkom kurang mempunyai masalah karena tidak ada perusahaan lain yang memberikan jasa yang sama lewat telepon kabel, tetapi menjadi masalah setelah ada saingan telepon genggam (hand phone). Dalam pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan yang selama ini unggul didalam negeri, akan timbul masalah setelah ada perguruan tinggi asing boleh beroperasi di Indonesia.
 Menurut Prof. Dr. Suharsimi Arikunto.(2010. 69) Masalah-masalah tersebut datang dari berbagai arah. Contoh nya:
1.      Seorang guru menjumpai siswanya selalu melihat keluar jika sedang diajar. Kalau tidak anak tersebut selalu melihat kesana kemari, dalam keadaan tidak tenang. Di ruang guru, terdengar keluhan yang sama dari guru lain. Anehnya anak tersebut selalu mendapat nilai baik dari pelajaran apapun. Timbul keinginan dari guru-guru untuk mangadakan penelitian kasus terhadap anak tersebut.

2.       Seorang mahasiswa yang rajin mengunjungi perpustakaan, membaca artikel tentang penelitian yang dilakukan oleh nahasiswa di universitas lain tentang suatu masalah yang menyangkut cara belajar efektif. Terdorong olek keinginannya untuk mencapai hasil belajar yang efektif dari kawan-kawannya, ia mencoba dan meneliti seperti yang  telah dilakukan oleh mahasiswa yang dibaca di buku.

Dua contoh yang dilemukakan menjelaskan bagaimana sebuah masalah penelitian diperoleh.
Masalah dapat diperoleh dari kehidupan sehari-hari karena menjumpai hal-hal yang aneh atau didorong oleh keinginan meningkatkan hasil kerja apa saja. Masalah juga dapat diperoleh dari membaca buku. Dapat juga masalah “diberi” oleh orang lain. Akan tetapi yang paling baik apabila datang dari dirinya sendiri karena didorong oleh kebutuhan memperoleh jawabannya. Dengan demikian maka penelitian akan berjalan sebaik-baiknya karena peneliti menghayati dan mendalami masalahnya.

C.    Masalah dan judul penelitian
Telah disebutkan bahwa penelitian akan berjalan sebaik-baiknya jika peneliti menghayati masalah. Dia tentu akan lebih senang menggarap masalah yang dihayati daripada yang tidak. memang untuk bekerja baik permasalahannya harus menarik perhatian peneliti. Masalah atau permasalahan penelitian dapat dilihat dari judulnya.
Disamping menarik,peneliti harus memikirkan masalah-masalah lain, menarik saja belum cukup menjamin terlaksananya penelitian. Ada kalanya peneliti ingin mencari jawaban atas sesuatu masalah tetapi faktor–faktor lain tidak memungkinkan pelaksanaannya. Ibarat pungguk merindukan bulan, rasa rindu ada tetapi kondisi tidak mendukung.
         Secara singkat dapat dikemukakan di sini bahwa paktor-paktor kondisi tersebut ada yang bersumber dari diri peneliti maupun dari luar. Apa bila disarikan ada empat hal yang harus dipenuhi bagi terpilihnya masalah atau judul penelitian, yaitu harus sesuai dengan minat peneliti, harus dapat dlaksanakan,harus tersedia paktor pendukung dan harus bermanfaat. Dua hal yang pertama bersumber dari peneliti (factor intern) dan dua hal terakhir bersumber dari luar dari luar peneliti (factor ekstern) 
1.      Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti.
       Meneliti bukannya pekerjaan mudah. kegiatan ini harus benar-benar diniati. Apabila permasalahannya atau judulnya tidak sesua dengan minat,maka peneliti tidak akan bergairah untuk melaksanakannya. Jika tidak, dapat diduga bahwa hasilnya tidak akan baik. Bahkan boleh jadi terhenti karnanya. Sebaliknya apabila peneliti memang berminat, akan melakukannya dengan tekun dan tidak mudah putus asa apa bila menjumpai kesulitan.
         Faktor minat ini kelihatannya tidak normal dan bersipat subyektif. Namun demkian biasanya factor ini berkaitan erat dengan dengan hal yang bersipat formal yaitu keahlian.
Bagi peneliti yang bukan maha siswa atau peneliti pemula, selain minat secara etis dipersyaratkan bahwa masalah yang diteliti harus sesuai dengan bidang keahliannya. Disamping hasilnya akan lebih baik, manfaat lain adalah pertanggung jawaban ilmiah. Alasan lain, kenapa permasalahan yang dipilih harus sesuai dengan minat calon?  Karena kegiatan penelitian memakan waktu cukup panjang dan rumit, bermula dari menyusun proposal yang menuntut ketelitian, kecermatan dan kesabaran yang tidak kecil dari pelakunya. Bagi penelitian untuk skripsi dan tesis proposal yang sudah disusun dalam waktu yang lama dan dengan usaha serta tenaga (kadang-kadang juga biaya) yang cukup banyak, tidak jarang yang serta merta ditolak oleh pembimbing atau terpaksa dibongkar setelah diseminarkan. Tidak mengherankan kalau banyak calon peneliti yang mundur teratur setelah tahu bahwa proposal yang sudah disusun dengan susah payah tersebut tidak terpakai. Lain halnya jika calon peneliti memang mempunyai minat yang besar dan sangat tertarik dengan permasalahan yang telah dipilihnya. Apabia memang demikian, hatinya akan tetap teguh mempertahankan apa yan telah diplih.
Dengan sedikit uraian diatas mengenai betapa besar perjuangan calon peneliti dalam menyusun dan mempertahankan proposal tehadap kritkan kritikan yang dating dari pembimbing maupun kawan kawan maha siswa, calon peneliti bukan hanya harus tahan uji tetapi juga harus mempunyai bekal lain.pengusaan calon peneliti terhadap permasalahan dan materi bidang ilmu yang mendukung permasalahan tersebut akan sangat membantu yang bersangkuitan dalam mempertahankan apa yang menaraik perhatian dan ingin diteliti.
2.      Penelitian dapat dilaksanakan.
Ada empat hal penelitian dapat dilaksanakan atau tidak. Ditinjau dari diri peneliti yaitu berikut ini:
a.       peneliti mempunyai kemampuan  untuk meneliti masalah itu,artinya menguasai teori yang dilatar belakangi danmenguasai metode untuk memecahkannya.
b.      Peneliti mempunyai waktu yang cukup sehimgga tidak melakukannya asal selesai.
c.       Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakan, dalam arti kuat fisiknya untuk merencanakan, menyusun alat pengumpul data, mengumpulkan data. dan menyusun laporan.
d.      Peneliti mempunyai dana secukupnya  untuk biaya tranportasi, alat tuis menulis, biaya fotocopy, dan lain-lain

3.      Tersedia faktor pendukung
Yang dimaksud sebagai faktor pendukung yang bersumber dari luar penelitiantara lain sebagai berikut:
a.       Tersedia data sehingga pertanyaan penelitian dapat dijawab. sebagai missal, peneliti lain menetahui bagaimanakah rasanya hidup didalam tanah, sedangkan untuk mencobanya seolah olah tidak mungkin.
Contoh yang lain misalnya. adanya keinginan yang kuat pada calon peneliti untuk mencobakan berjenis-jenis hukuman untuk melihat efek yang ditimbulkan. Tentu saja dalam hal ini calon peneliti akan terrtumbuk pada kesulitan untuk memperoleh responden yang mau diberi hukuman sebagai percobaan. dengan demikian maka peneliti tidak akan sempat mendapatkan data yang berbentuk efek darinya.
b.      Ada izin dariyang berwenang.banyak hal yang menarik untuk diteliti tetapi peneliti dibatasi oleh pelaturan-pelaturan, mungkin menyangkut masalah politik, keamanan, ketertiban umum dan sebagainya.
4. Hasil penelitian bermanfaat
Syarat yang keempat ini adalah yang terpenting. Meneliti adalah pekerjaan yang tidak mudah, yang membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya. Untuk apa kegiatan tersebut dilakukan jika menghasilkan sesuatu yangtidak bermanfaat. Kita meneliti bukan karna agar lebih mahir meneliti, tetapi karna ingin menyumbangkan hasil untuk kemajuan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektitivitas kerja atau mengembangkan sesuatu.
Oleh karna itu setiap peneliti, baik maha siswa penyusun skripsi ataupun peneliti lain, harus sudah siap dengan jawaban andai kata orang mengajukan pertanyaan,apakah manfaat penelitian anda?
            Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa, Kegiatan penelitian  menuntut tenaga, pikiran, biaya. Dan waktudari peneliti yang tidak sedikit. Oleh karna itu hasilnya harus memadai,paling tidak harus seimbang dengan semua hal yang telah dikorbankan untuk itu. Hasil yang hanya dapat dinikmati oleh peneliti seperti itu tidak salah karena sudah mengikuti aturan-aturan penelitian, tetapi tidak baik ditinjau dari segi kemanfaatannya. Boleh jadi peneliti mengajukan alasan bahwa penelitiannya sementara memang belum kelihatan hasilnya secara nyata, dan akan tampak hasilnya bagi masyarakat luas.Kasus seperti ini terjadi apabila seseorang menekuni bidang ilmunya yang sangat sempit tetapi setelah dikomplikasikan melalui penelitian berkali-kali diperoleh sesuatu penemuan yang terpakai untuk kalangan luas.
Manfaat hasil penelitian adalah sesuatu yang dapat digunakan oleh pihak pihak lain untuk meningkatkan apa yang telah ada. Misalnya saja dari hasil penelitian tentang tingkat kedisiplinan pelajar sekolah dasar, kepala sekolah dan guru-guru dapat menggunakan informasi yang tertera dalam kesimpulan untuk mengadakan pembinaan yang lebih baikdemi peningkatan kedisiplinan para pelajar tersebut. Demikian juga dari hasil penleitian tentang sebab-sebab anak putus sekolah dapat dimanfatkan oleh pengelola sekolah untuk mengadakan pencegahan seperlunya agar jangan sampai terjadi banyak anak putus sekolah. Mengingat pentingnya kemanfatan hasil penelitian bagi masyarakat luas karena kegiatan telah menyita banyak tenaga, pikiran, dan biaya, maka pembimbing (kata prof.Suharsimi) seyogianya tidak lupa mengingatkan kepada maha siswa bimbingannya, berpikir dan mencoba menelusuri apa manfaat yang diambil dari hasil penelitiannya dan siapa saja yang dapat memanfaatkannya.
Untuk memudahkan mengidentifikasi kemanfaatan penelitian  Prof.Dr suharsimi. memberikan contoh-contoh  dengan rumusan sebagai berikut;   
 Salah
1.       Manfaat peneitian adalah diperolehnya informasi tentang …(sebetulnya yang disebutkan ini adalah sesuatu yang diharapkan dari tujuan penelitian, yang belum menunjukkan kemanfaatan bagi yang lain).
2.       Manfaat penelitian adalah diraihnya gelar sarjana pada diri peneliti(yang disebutkan adalah manfaat penyusunan skripsi jika sudah selesai bukan manfaat hasil penelitian aatau manfaat penemuan yang diharapkan.
3.       Manfat penelitian adalah terkumpulnya data penelitian yang dapat diolah untuk disimpulkan (yang disebutkan adalah bagian dari rangkaian kegiatan penelitian,bukan hasil akhir dari hasil penelitian. Disamping itu data penelitian adalah alat atau sesuatu yang menjadi objek penelitian,bukan akhir dari harapa peneltian)
4.       Manfaat penelitian adalah tersusunnya skripsi untuk dipertahankan dalam ujian sarjana (yang disebutkan adalah fisik laporan penelitian. Hasil penelitian tidak sama dengan laporan penelitian.Hasil penelitian merupakan suatu nilai yang abstrak,yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan sesuatu yan tampak nyata dalam bentuk fisik seperti laporan penelitian)

Benar :
 1. Manfaat penelitian adalah terkumpulnya informasi tentang ada tidaknya perbedaan prestasi belajar sejarah siswa kelas V yang mrnggunakan modul dan yang di ajar oleh guru sendiri.Jika ternyata modl sama efektif dengan penyajian guru maka departem,en pendidikan dan kebudayaan dapat mengembangkan sistem modul untuk membantu dan mengatasi kekurangan guru yang bermutu.
2.Manfaat penelitian adalah diperoleh informasi tentang efektif tidaknya modul sebagai media belajar.jika ternyata modul memang efektif dapat disarankan kepada orang tua agar member kesemptankepada anaknya  untuk meminjam modul (atau memberikan,kalau sudah tersedia modul yang diperjualbelikan!)untuk mningkatkan prestasi belajar.
3.Manfaat penelitian adalah diperoleh informasi tentang lancer tidaknya layanan administrasi dalam pengajaran modul,dan informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi kepala sekolah yang menganjurkan dan bertanggung jawab atas pemberian layanan untuk melaksanakan pengajaran.
4.manfaat penelitian adalah diperoleh informasi mengenai kualitas pengajaran yang dilaksanakan oleh guru.atas dasar informasi tersebut dapat disarankan kepada guru untuk mempertahankan (kalau sudah baik )atau peningkatan (kalau belum baik)strategi yang diambil dalam pelaksanaan pengajarannya .
            Dari contoh-contoh salah dan benar tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :
      1)yang dapat dikategorikan sebagai manfaat penelitian adalah informasi tentang sesuatu yang disebutkan dalam tujuan penelitian ,bukan produk fisik atau bagian dari kegiatan penelitian itu sendiri.
      2)yang dapat dikategorikan sebagai pihak-pihak yang memanfaatkan hasil penelitian adalah pihak yang dapat disebutkan secara jelas ,seperti yang dicontohkan yaitu :Pemerintah,orang tua,siswa,guru, dan kepala sekolah.Juga dibenarkan apabila maha siswa menyebutkan kemanfaatan penelitian untuk siswa-siswa sendiri, pengembang kurikulum, ahli-ahli, juga untk Dewan Perwakian Rakyat.
         Uraian dan contoh-contoh kemanfatan penelitian yang dikemukakan di atas berkanaan dengan penelitian suatu variabel.Disamping persyaratan yang perlu diperhatikan pada penelitian satu variabel,untuk penelitian korelasi da komparasi masih ada hal-hal lain yang pantas dipertimbangkan.agar uraian mudah ditangkap,marilah kita amati contoh-contoh problematika (istilah lain dari masalah)penelitian berikut ini.

Kurang baik.
1.apakah ada korelasi antara banyaknya guru wanita dengan banyaknya murid wanita di sekolah dasar?
2.apakah ada korelasi antara keramaian pasrar dengan banyaknya coprt ?
3.Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara anak petani dengan anak pedagang ?
4.Apakah ada perbedaan kedisiplinan antara anak kota dengan anak desa ?

Cukup baik.
1.Apakah ada korelasi antara kedisiplinan dengan prestasi belajar ?
2.Apakah ada korelasi antara kemampuan berbahasa dengan prestasi belajar matematika ?
3.apakah ada perbedaan kedisiplinan siswa sekolah yang menganut kebebasan terpimpin dengan yang menganut sistem otoriter?
       Dari contoh-contoh diatas kita dapat mengukur kemanfaatan hasil penlitian tersebut dengan mengajukan pertanyaan senagai berikut:
“kalau sudah tahu bahwa ada korelasi antara banyaknya guru wanita dengan banyaknya murid wanita  lalu mau apa ?
Apakah ada sesuatu yang dapat disarankan ?
Jika ada,kepada siapakah saran tersebut harus diberikan ?”
Dari penelitian komparasi misalnya dapat diajukan pertanyaan :
“kalau ternyata bahwa prestasi belajar anak pedagang lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi anak petani,peneliti lalu mau apa?
 Apakah semua petani disarankan bergantu profesi menjadi pedagang agar prestasi anaknya tinggi ?”
Dengan kedua contoh pertanyaan tersbut dapat kiranya peneliti memikirkan kembali permasalahannya.Mungkin dengan cara mencoba mengajukan pertanyaan-pertanyaan semacam itu ,permasalahan yang semula tampak penting,hasilnya bermanfaat tampak bahwa sebenarnya  tidak penting,dengan demikian peneliti dapat engurtungkan niatnya sebelum melangkah lebih jauh.
        Marilah kita mencoba melihat melihat contoh-contoh problematika yang dikategorikan cukup baik.Dari hasil penelitian yang diperkirakan diperoleh dari rumusan problematika tersebut,kita coba juga mengajukan pertanyaan sebagai berikut :
            “Apakah manfaat bagi kita mengetahui korelasi antara kedisiplinan dengan prestasi belajar ?
              Apakah berdasarkan korelasi tersebut kita dapat menyarankan sesuatu kepada pihak lain ?
                Jika dapat menyarankan ,kepada siapa saja ?”
Hasil penelitian yang berupa pengetahuan korelasi antara kedisplnan dengan prestasi belajar dapat dimanfaatkan oleh peneliti untuk memberikan saran kepada:Guru,kepala sekoah,orang tua murid,murid sendiri,agar mengusahakan peningkatan kedisiplinan sebagai salah satu upaya meningkatkan restasi belajar.
         Mengingat bahwa segala jenis kegiatan penelitian harus dapat diketahui dengan pasti kemanfaatannya dan selanjtnya,manfat itu harus dapat ditunjukkan dengan jelas pula pihak-pihak mana yang dapat langsung,menggunakan,maka peneliti harus sejak awal rancangannya dapat menentukan dengan tegas apa manfat yang akan diperoleh.(Prof.Dr.Suharsimi. 2009. 38-39)


Selain penjelasan diatas berikut contoh-cintohnya, dalam bukunya yang lain beliau juga mejelaskan hasil kutipannya dari Prof.Dr Suharjono.  Uraiannya adalah sebagai berikut:
Seorang ahli penelitian,yaitu Prof.Dr.Suharjono dari universitas UNIBRAW memberikan petunjuk  kepeda peneliti mengenai persyaratan penelitian yang baik dengan menggunakan istilah yang mudah diingat, yaitu ‘APIK. Singkatan dari Asli, Penting, Ilmiah dan Konsisten.’
·         Asli, artinya bukan jiplakan dari atau mengganti-ganti penelitian orang lain, sehingga kelihatan bukan buatan sendiri. Penelitian yang baik apabila berbeda dari penelitian yang sudah pernah diteliti oleh oaring lain.
·         Penting, artinya bahwa hasil penelitian itu bermanfaat dan dipandang penting bagi peningkatan mutu pendidikan,khususnya bagi tugas yang sedang dilaksanakan.
·         Ilmiah, artinya menggunakan proses yang dibenarkan oleh teori  penelitian, yaitu mengukuti sistematika penelitian yang lazim berlaku.
Penelitian tindakan dikatakan ilmiah apabila terdiri dari :
a.       Pendahuluan – latar belakang masalah, ada bukti berupa fakta empirik  yang  dialami oleh peneliti sendiri atau pengamatan orang lain, ada tujuan yang dirumuskan dengan jelas apa target yang akan dicapai melalui tindakan itu. Tujuan penelitian tindakan adalah ingin mengetahui dampak dari tindakan terhadap masalah yang akan diatasi.
            Contoh :
            Tujuan penelitian tindakan :
(1)   Ingin mengetahui kelancaran diskusi kelompok dalam bermain kartu kata yang dibuat sendiri oleh siswa.
(2)   Ingin mengetahui kesungguhan siswa dalam belajar kalimat dengan lmenggunakan kartu kata.
(3)   Ingin mengetahui kemempuan siswa dalan menyusun kalimat dengan menggunakan kartu kata.
b.      Rumusan masalah yang jelas menunjukan pertanyaan sesuai denngan tujuan penelitian, yaitu:
            (1) Apakah dengan diskusi menggunakan kartu kata yang dibuat sendiri oleh siswa dapat mendorong kelancaran siswa bekajar menyusun kalimat?
            (2) Apakah siswa bersungguh-sungguh dalam belajar menyusun kalimat
 apabila menggunakan kartu kata dengan metode diskusi?
            (3) Apakah siswa dapat memiliki kemampuan menyusun kalimat dengan benar apabila belajar dengan metode diskusi dengan menggunakan kartu kata?
c. Kajian pustaka, yaitu bagian yang berisi teori-teori yang mendukungnya. Kajian pustaka, yang biasa juga disebut dengan istilah telaah pustaka atau landasan teori.
Konsisten, artinya ada keruntutan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain. ketika peneliti sudah selesai menyusun aporan laporan,sebaiknya lanhsung mencermati kembali, apakah butir–butir pada kesimpulan sudah runtut dengan rumusan dan tujuan peneliti atau belum. kesimpulan merupakan jawaban dari rumusan masalah dan memenuhi harapan yang tertera dalam tujuan. keempat bagian ini harus menunjukkan adanya sambungan yang harmonis, runtut dan benar. Apabila belum runtut, peneliti harus meninjau kembali pada data yang terkumpul dan pada proses analisisnya.
D.   Jenis  Permasalahan                        
Permasalahan dalam penelitian sering pula disebut dengan istilah problema atau problematika.
Secara garis besar, penelitian mempermasalahkan fenomena atau gejala atas tiga jenis:
1.      Problema untuk mengetahui stasus dan mendeskripsikan fenomena, sehubungan dengan jenis permasalahan ini terjadilah penelitian deskriptif (termasuk didalamnya survai), penelitian historis, dan filosofis.
2.      Problema untuk membandingkan dua fenomena atau lebih (problema komporasi). Dalam penelitian ini peneliti berusaha mencari permasalahan dan perbedaan fenomena, selanjutnya mencari arti atau manfaat dari adanya persamaan dan perbedaan yang ada.
3.      Problema untuk mencari hubungan antara dua fenomena (problema korelasi). Ada 2 macam problema kolerasi, yaitu:
a.       Kolerasi sejajar, misalnya kolerasi antara kemampuan berbahasa inggris dan kesetiaan ingatan.
b.      Kolerasi sebab akibat, misalnya kolerasi antara teriknya sinar matahari dan larisnya es mambo.
Jenis–jenis tersebut biasanya lalu dijadikan dasar dalam merumuskan  judul penelitian:
1). Peneliti ingin  mengetahui status sesuatu, apabila peneliti  bermaksud mengetahui keadaan sesuatu mengenai apa dan bagaiamana, berapa banyak, sejauh mana, maka penelitiannya  bersifat deskriftip, yaitu menjelaskan dan menerangkan peritiwa sebagai contoh: Apabila sipenelitiingin mengetahui seberapa jumlah penduduk seusia sekolah disuatu daerah, bagaiman pendapat para guru tentang kegiatan supervisi yang sekarang ini berlangsung, seberapa jauh buku paket pemghapuasan ebta. Dengan permasalahan penelitian seperti ini maka judul  “penelitian tentang pendapat“….”Tanggapan masyarakat terhadap …” dan seterunya .
2). Peneliti ingin membandingkan status dua fenomena atau lebih. Dalam melakukan perbandingan peneliti selalu memandang dua fenomena atau lebih, ditinjau dari persamaan dan perbedaan yang ada.
satu jenis penelitian komporatis yang sering dipertanyakan oleh mahasiswa adalah penelitian kausal–komparatif. Educational Reseach”, Borg & Gall menerangkan bahwa penelitian kausal komporatif digunakan apabila peneliti ingin mengetahui kemungkinan akibat dari sesuatu kejadian yang tidak dapat dilakukan dengan suatau exprimen.
3). Peneliti ingin mengetahui hubungan antara dua fenomena atau lebih, hubungan ini ada dua macam yakni hubungan sejajar dan hubungan sebab akibat, penelitian ini lebih dikenal dengan istilah penelitian korelasi  perbedaan antara keduanya adalah sebagai berkut :
-          Penelitia kausal komporatif dua kelompok individu yang secara umum mempunyai persamaan, dipilih untuk diperbandingkan disebabkan karena antara kedua kelompok tersebut yang satu memiliki satu ciri (misalnya gerak otak) dan yang lainnya tidak.
-          Dalam penelitian kolerasi peneliti memilih individu–individu yang mempunyai vareasi dalam hal yang diselediki. Dengan gambaran tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa peneliti kausal-komporatif meneliti perbedaan, sedangkan kolerasi meneliti hubungan.
E.  Merumuskan Judul
Didalam kegiatan penelitian, judul merupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya. Hal ini dibuktikan dengan kebiasaan pertanyaan yang ditujukan kepada maha siswa penyusun skripsi atau tesis dan juga kepada peneliti pada umumnya selalu berbunyi: “Apa judul penelitian anda?” Dengan pertanyaan yang diterima ini peneliti harus dapat dengan segera memberikan jawaban dengan pasti. Disamping judul,problematika penelitian juga merupakan hal pokok dan penting dalam penelitian.Bahkan sementara orang mengatakan bahwa problematika penelitian lebih penting kedudukannya didalam penelitian dibandingkan dengan judulnya. (Prof. Dr. suharsimi Arikunto, 2009: 21)
Judul penelitian yang lengkap diharapkan mencakup:
a.       Sifat dan jenis penelitian.
b.      Objek yang teliti.
c.       Subjek penelitian.
d.      Lokasi/ daerah penelitian.
e.       Tahun/ waktunya terjadi perisriwa
Contoh
Study komporasi antara metode induktif dan metode deduktif untuk menghapal rumus–rumus ilmu pasti pelajar SMA didaerah istimewa jogyakarta tahun 1979.
-          Study komparasi                                       : sifat atau jenis problema
-          Metode induktif dan deduktif    
Untuk menghapal rumus I ilmu pasti        : objek penelitian
-          Pelajar SMA                                              : subjek penelitian
-          Daerah istimewa joyakarta                        : lokasi penelitian
-          Tahun 1979                                               : tahun terjadinya peristiwa
Apabila judul penelitian ditulis singkat, maka perlu ditambahkan dengan jenis penegasan judul dan batasan masaalah. Penegasan ini ditulis dalam bagian pendahuluan, aporan, penelitian, dan tentu saja pada waktu penyusunan desain penelitian juga diberi penjelasan. (Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, 2010: 78)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar